Lantunan Ayat Suci Gemakan Aula Bappeda, MTQ XXXI Sultra Cabang Tahfiz dan Tilawah Resmi Bergulir di Konawe

25 June 2026 RIZKY H. JUNAID, S.Kom
Lantunan Ayat Suci Gemakan Aula Bappeda, MTQ XXXI Sultra Cabang Tahfiz dan Tilawah Resmi Bergulir di Konawe

Konawe — Suasana penuh khidmat menyelimuti Aula Bappeda Kabupaten Konawe, Kamis (25/6/2026). Hari itu, gedung yang biasanya jadi tempat rapat-rapat pemerintahan ini disulap menjadi arena pertarungan hafalan dan keindahan bacaan Al-Qur'an, seiring digelarnya babak penyisihan cabang Hafalan Al-Qur'an (Tahfiz) golongan 5 juz dan tilawah, serta golongan 20 juz, dalam rangka Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara.


Untuk golongan 5 juz dan tilawah, sebanyak 10 peserta turun bertanding, terdiri dari 5 putra dan 5 putri. Sementara di golongan 20 juz — yang dikenal sebagai golongan dengan tantangan hafalan paling berat — tampil 6 peserta dengan komposisi serupa, 3 putra dan 3 putri.


Begitu lomba dimulai, suasana ruangan langsung berubah. Lantunan ayat suci yang merdu menggema ke seluruh penjuru aula, menciptakan atmosfer yang khusyuk sekaligus menegangkan. Setiap peserta tampil membawakan hafalannya dengan penuh konsentrasi, sementara dewan hakim menyimak dengan teliti setiap kelancaran ayat, tajwid, hingga kualitas vokal yang dilantunkan.

Persaingan di atas panggung berlangsung cukup ketat. Tidak ada yang mau tampil setengah-setengah — setiap kafilah jelas sudah membawa persiapan matang untuk bisa melaju ke babak selanjutnya.


Meski begitu, hasil dan nama-nama juara belum bisa diumumkan hari ini. Penyelenggara memastikan babak penyisihan masih akan berlanjut keesokan harinya dengan peserta-peserta lain yang belum tampil. Artinya, drama dan ketegangan di cabang tahfiz dan tilawah ini masih jauh dari kata usai.


MTQ XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara sendiri menjadi ajang bergengsi yang mempertemukan kafilah-kafilah terbaik dari berbagai daerah, sekaligus momentum syiar Al-Qur'an di tengah masyarakat. Konawe, yang dipercaya menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan, kini jadi saksi bagaimana generasi muda Sultra terus menjaga tradisi menghafal dan melagukan firman Allah dengan penuh dedikasi.

Bagikan: