MTQ Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara: Cabang KTIQ Diikuti 16 Peserta Putera dan Puteri di Aula Lab MAN 1 Konawe
Konawe, 24 Juni 2026 — Kegiatan Lomba Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ) pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) berlangsung di Aula Laboratorium MAN 1 Konawe, Rabu, 24 Juni 2026. Kegiatan yang dimulai pada pukul 09.00 WITA tersebut diikuti oleh 16 peserta utusan kabupaten/kota se-Sulawesi Tenggara, yang terdiri dari 8 peserta putera dan 8 peserta puteri.
Para peserta hadir dengan membawa karya tulis ilmiah terbaik yang mengangkat berbagai kajian dan gagasan yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an. Cabang KTIQ menjadi salah satu ajang dalam MTQ yang memberikan ruang bagi generasi muda untuk menuangkan ide, gagasan, serta hasil kajian ilmiah dalam rangka menggali dan mengaktualisasikan pesan-pesan Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat.
Pelaksanaan lomba KTIQ ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari. Pada hari pertama, Rabu 24 Juni 2026, seluruh peserta mengikuti babak penyisihan dengan mempresentasikan karya tulis ilmiah masing-masing di hadapan dewan hakim. Selanjutnya, peserta yang berhasil lolos akan melanjutkan ke tahap semi final yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 25 Juni 2026. Sementara itu, tahapan puncak atau babak final akan dilaksanakan pada Sabtu, 27 Juni 2026 untuk menentukan peserta terbaik pada cabang KTIQ MTQ tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara.
Dalam proses perlombaan, para peserta memaparkan karya tulis ilmiahnya di hadapan dewan hakim. Penilaian dilakukan berdasarkan beberapa aspek, antara lain kualitas gagasan, sistematika penulisan, kedalaman kajian, metode yang digunakan, kemampuan presentasi, serta relevansi karya dengan nilai-nilai Al-Qur’an.
Suasana perlombaan berlangsung dengan tertib dan penuh semangat. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan lomba, menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam menyampaikan ide-ide kreatif dan inovatif yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Melalui pelaksanaan cabang KTIQ ini, diharapkan mampu melahirkan generasi Qur’ani yang tidak hanya memiliki kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga mampu mengembangkan ilmu pengetahuan serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan pembangunan daerah.